About

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

SISTEM OTOT PADA MANUSIA


SISTEM OTOT MANUSIA


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCZpGQQ61yUCBBjY1Tfw-SxjBV3lgpiUDbj7fu45TNpzdQG-I3EMBpNPhzQ-chhfIrWT2ykkYZInxBEE5s32YZqHOwzOMyDZT3NS0Veh3nJfwKQg7WeJ6U2xFh01WcsgblefLIIcikFLLm/s320/sistem+otot.jpg
Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
  1. kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek
  2. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
  3. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.
Jenis otot
1. otot lurik
  • Nama lain: otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot involunter
  • Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir
  • Kontraksi: menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan
  • Struktur anatomi dari otot rangka
2. Otot Polos
  • Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated / otot involunter
  • Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing, dengan inti berjumlah satu terletak dibagiann tengah.
  • Kontraksi : tidak menurut kehendak atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.
3. otot jantung
  • Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter
  • struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya garis terang dan gelap. memiliki satu inti yang terletak di tengah
  • Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah

sumber:  http://alvyanto.blogspot.com/2010/01/sistem-otot-manusia.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DARAH


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6sAZYn4kwYG8W8OyYgcyaUwEZcXaIIrgq-YziIAbAb3uj_a5y2G-S3Qj2_Qc4C-LNFB3AXcigqW5TgByuOvAhmqSnagQxkfcimEZ4ZQCyV6SMVvj20ve-xY0fXzwijzLIuHW0FmZI4A4L/s320/darah.jpg

DARAH: CAIRAN PEMBERI KEHIDUPAN





PERAN PENTING DARAH

Darah adalah suatu cairan yang diciptakan untuk memberi tubuh kita kehidupan. Ketika beredar di dalam tubuh, darah menghangatkan, mendinginkan, memberi makan, dan melindungi tubuh dari zat-zat beracun. Ia nyaris bertanggung jawab penuh atas komunikasi di dalam tubuh kita. Selain itu, darah segera memperbaiki kerusakan apa pun pada dinding pembuluhnya sehingga sistem tersebut pun diremajakan kembali.
Rata-rata terdapat 1,32 galon (5 liter) darah dalam tubuh manusia yang memiliki berat 132 pon (60 kg). Jantung mampu mengedarkan seluruh jumlah ini di dalam tubuh dengan mudah dalam sesaat. Bahkan, saat berlari atau berolah raga, tingkat peredaran ini meningkat hingga lima kali lebih cepat. Darah mengalir ke segala tempat: dari akar rambut hingga ujung kaki, di dalam pembuluh darah yang beraneka ukuran. Pembuluh darah diciptakan dengan bentuk yang sempurna sehingga tidak ada penyumbatan atau pun endapan yang terbentuk. Berbagai zat-zat makanan dan panas dibawa melalui sistem yang rumit ini.

“Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?" (Surat Al-Waqi'ah: 57)

PENGANGKUT OKSIGEN
Udara yang kita hirup adalah zat yang paling penting bagi kelangsungan hidup kita. Oksigen perlu untuk pembakaran gula oleh sel ketika menghasilkan energi, sebagaimana diperlukan dalam pembakaran kayu. Itulah mengapa oksigen harus dibawa dari paru-paru menuju sel-sel. Sistem peredaran darah, yang menyerupai jaringan pipa yang rumit, melayani tujuan penting ini.
Seandainya bukan karena jantung, darah sudah menjadi cairan kental merah yang rusak (atas). Namun, jantung memompa darah hingga bagian tubuh yang terjauh
Selembar jaringan otot khusus membungkus pembuluh darah. Ketika otot mengerut, pembuluh darah menyempit dan meningkatkan tekanan darah. Gambar di sebelah kanan adalah penampang pembuluh yang menyempit. Inilah sebabnya bagian dalamnya bergelombang (atas). Di sekeliling pembuluh, terdapat sejumlah urat otot (merah) dan saraf (biru). English Indonesian Muscle Otot Nerve Saraf
Molekul hemoglobin di dalam sel darah merah membawa oksigen. Tiap sel darah merah yang berbentuk cakram ini membawa sekitar tiga ratus juta molekul hemoglobin. Sel darah merah menggambarkan aturan kerja yang sempurna. Mereka tidak hanya mengangkut oksigen, namun juga melepaskannya di mana pun dibutuhkan, misalnya di dalam sel-sel otot yang sedang bekerja. Sel darah merah mengantarkan oksigen ke jaringan-jaringan, membawa karbon dioksida, yang dihasilkan setelah pembakaran gula, kembali ke paru-paru untuk kemudian meninggalkannya di sana. Setelah ini, mereka kembali mengikat oksigen dan mengangkutnya ke jaringan-jaringan.

CAIRAN BERTEKANAN IMBANG
Molekul hemoglobin juga membawa gas nitrogen monoksida (NO) selain oksigen. Seandainya gas ini tidak ada di dalam darah, tekanannya akan berubah terus-menerus. Hemoglobin juga mengatur jumlah oksigen yang akan dibawa ke jaringan tubuh dengan menggunakan nitrogen monoksida. Yang menarik, sumber "pengaturan" ini tidak lebih dari sebuah molekul, yakni hanya sekumpulan atom yang tidak memiliki otak, mata, atau pun pikiran. Pengaturan tubuh kita oleh sekumpulan atom sudah pasti merupakan suatu tanda kebijaksanaan Allah yang tak terbatas, Yang menciptakan tubuh kita tanpa cela.

SEL DENGAN RANCANGAN SEMPURNA
Sel darah merah merupakan bagian terbesar dari keseluruhan sel-sel darah. Seorang pria dewasa memiliki tiga puluh miliar sel darah merah, yang akan cukup untuk menutupi hampir separuh lapangan sepak bola. Sel-sel inilah yang memberi warna pada darah dan tentunya, juga kulit kita.
Sel-sel merah terlihat berbentuk cakram. Karena kelenturannya yang luar biasa, mereka dapat memipih melalui pembuluh darah halus dan lubang-lubang terkecil. Jika sel-sel tersebut tidak selentur itu, sel-sel ini tentu sudah tertahan di berbagai tempat di dalam tubuh. Sebuah pembuluh darah halus biasanya bergaris tengah empat hingga lima mikrometer, sedangkan sebuah sel darah merah bergaris tengah sekitar 7,5 mikrometer (satu mikrometer sama dengan seperseribu milimeter, yakni 0,000039 inci).
Apa yang akan terjadi jika sel darah merah tidak diciptakan sedemikian lentur? Para peneliti penyakit diabetes memberikan sejumlah jawaban atas pertanyaan ini. Pada penderita diabetes, sel-sel darah merah telah kehilangan sifat kelenturannya. Keadaan ini sering mengakibatkan penyumbatan karena adanya sel darah merah yang tidak lentur di dalam jaringan halus di mata pasien, yang menyebabkan kebutaan.

SISTEM DARURAT OTOMATIS
Usia sel darah merah sekitar 120 hari sebelum akhirnya dibuang melalui limpa. Pengurangan ini dipulihkan dengan dihasilkannya sel-sel baru yang terus-menerus. Pada keadaan normal, 2,5 juta sel darah merah dihasilkan setiap detiknya, jumlah yang dapat ditingkatkan jika diperlukan. Suatu hormon yang bernama "eritopoietin" mengatur tingkat produksinya. Misalnya, karena pendarahan hebat karena kecelakaan atau pendarahan hidung, kehilangan darah ini segera dipulihkan. Selain itu, tingkat pembentukan sel darah ini meningkat jika kandungan oksigen udara mengalami penurunan. Misalnya, ketika sedang mendaki di ketinggian yang sangat tinggi, karena penurunan kadar oksigen yang terus-menerus, maka tubuh kita secara otomatis melakukan hal ini untuk menggunakan oksigen yang tersedia dengan cara yang paling efisien.

SISTEM PENGANGKUTAN YANG SEMPURNA
Bagian cairan darah yang disebut plasma membawa lebih banyak lagi zat-zat lain yang ada dalam tubuh, tidak hanya sel-sel darah. Plasma adalah cairan jernih kekuningan yang membentuk 5% dari berat tubuh normal. Dalam cairan ini, 90% kandungannya terdiri dari air, garam, mineral, karbohidrat, lemak, dan ratusan jenis protein yang berbeda. Sejumlah protein dalam darah merupakan protein pengangkut, yang mengikat lemak (lipida) dan membawanya ke seluruh jaringan tubuh. Jika protein tidak membawa lemak dengan cara ini, lemak akan terapung tak terkendali di mana-mana, yang dapat menimbulkan masalah serius bagi kesehatan.
Jika gumpalan darah beku terbentuk dalam pembuluh vena koroner jantung dan terus-menerus membesar, hal itu akan mengakibatkan serangan jantung. Dalam peristiwa tertentu akibat tekanan darah, jaringan jantung pecah. Darah menyembur keluar dari jantung bagaikan memancar dari mulut selang.
Hormon-hormon di dalam plasma berperan sebagai kurir khusus. Mereka melayani komunikasi antara alat-alat tubuh dengan sel-sel dengan menggunakan pesan-pesan kimiawi. Albumin adalah hormon yang paling banyak terdapat dalam plasma, yang bisa disebut sebagai pengangkut. Ia mengikat jenis lemak seperti kolesterol, hormon-hormon, bilirubin, zat warna empedu beracun yang berwarna kuning, atau zat obat seperti penisilin. Ia meninggalkan zat-zat beracun tersebut di hati dan kemudian membawa zat-zat makanan serta hormon-hormon lain ke tempat mana pun yang memerlukannya.
Dengan memperhitungkan semua ini, jelaslah bahwa tubuh manusia diciptakan dengan kecermatan yang sangat tinggi. Kemampuan sebuah protein untuk membedakan antara lemak, hormon, dan obat, sekaligus menentukan tidak hanya tempat yang memerlukannya namun juga jumlah yang akan diberikan, semuanya merupakan petunjuk adanya rancangan yang sempurna. Lebih jauh lagi, contoh-contoh yang mengejutkan ini hanyalah sedikit di antara belasan ribu peristiwa biokimiawi berbeda yang berlangsung dalam tubuh. Triliunan molekul dalam tubuh bekerja dengan keselarasan yang mengagumkan. Dan memang, seluruh molekul ini muncul dari pembelahan satu sel tunggal yang terbentuk di dalam rahim seorang ibu. Jelaslah bahwa sistem yang luar biasa di dalam tubuh manusia merupakan kesempurnaan mengagumkan ciptaan Allah, Yang telah menciptakan manusia dari setetes air (mani).

CARA PENGENDALIAN KHUSUS
Zat-zat makanan harus menyeberang dari nadi melalui dinding pembuluh nadi, untuk memasuki jaringan yang membutuhkan. Meskipun dinding pembuluh nadi mempunyai pori-pori amat kecil, tidak ada zat yang mampu menembusnya sendiri. Hanya tekanan darah yang membantu penembusan ini. Akan tetapi, zat-zat makanan yang menyeberang ke dalam jaringan lain dalam jumlah yang lebih besar dibanding yang diperlukan akan menyebabkan peradangan dalam jaringan. Karena itulah ada suatu cara khusus yang dipasang untuk menyeimbangkan tekanan darah dan menarik cairan kembali ke darah. Inilah tugas albumin, yang lebih besar ukurannya daripada pori-pori pada dinding arteri dan cukup banyak dalam darah untuk menyedot air seperti layaknya sepon. Seandainya tidak ada albumin dalam tubuh, tubuh akan membengkak seperti buncis kering yang ditinggalkan di dalam air.
Sebaliknya, zat-zat dalam darah tidak boleh memasuki jaringan otak tanpa kendali, sebab zat-zat yang tidak dikehendaki tersebut dapat sangat merusak sel-sel saraf (neuron). Karena itulah otak dilindungi dari segala bahaya yang dapat terjadi. Lapisan-lapisan sel padat menutupi pori-pori. Semua zat perlu melewati lapisan ini layaknya melintasi pos penjagaan keamanan, yang mengatur keseimbangan aliran zat-zat makanan ke dalam bagian paling peka di seluruh tubuh.

PENGATUR SUHU TUBUH
Selain racun, sel darah merah, vitamin dan zat-zat yang lain, darah juga membawa panas, suatu hasil sampingan dari pembentukan energi di dalam sel. Menyebarkan dan menyeimbangkan panas tubuh sesuai dengan suhu lingkungan sekitar sangatlah penting. Seandainya tidak terdapat sistem pemerataan panas dalam tubuh kita, maka tangan kita akan menjadi terlalu panas sedangkan bagian tubuh lainnya akan tetap dingin ketika otot-otot lengan sedang bekerja, yang akan sangat merusak metabolisme tubuh. Inilah mengapa panas diedarkan secara merata ke seluruh tubuh, yang hanya dilakukan oleh sistem peredaran darah saja. Untuk menurunkan panas tubuh yang diedarkan ke seluruh badan, sistem pengeluaran keringat dijalankan. Selain itu, pembuluh darah melebar di bawah kulit, yang memungkinkan kelebihan panas yang ada dalam darah dialirkan ke udara luar. Itulah sebabnya ketika kita berlari atau melakukan kegiatan lain yang menguras tenaga, wajah kita menjadi merah. Peredaran darah bertanggung jawab dalam menjaga panas tubuh maupun mendinginkannya. Pada suhu lebih dingin, pembuluh darah di bawah kulit kita menyusut, sehingga berperan mengurangi jumlah darah yang beredar di bagian tubuh tertentu tempat panas paling mudah terlepas, sehingga mempertahankan tingkat pendinginan tubuh pada titik terkecil. Memucatnya wajah seseorang tatkala dingin merupakan tindakan pengamanan oleh tubuh secara otomatis.
Segala hal yang terjadi dalam darah benar-benar rumit dan saling berkaitan. Segala hal telah diciptakan dengan sempurna hingga perincian terkecil. Bahkan, terdapat keseimbangan yang luar biasa mengagumkan dalam aliran darah sehingga adanya gangguan terkecil pun dapat menimbulkan masalah kesehatan yang sangat serius.

Darah telah diciptakan dengan segala hal yang diperlukannya oleh Pencipta Yang Maha Esa dalam sekejap. Pencipta, Yang memiliki ilmu dan kekuasaan yang tiada tara itu, adalah Allah: Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. (Surah Thaha: 98)

SISTEM TANPA KESALAHAN SEKECIL APA PUN: PEMBEKUAN DARAH
Setiap orang mengetahui bahwa pendarahan akhirnya akan berhenti ketika terjadi luka atau terdapat luka lama yang mengeluarkan darah kembali. Di tempat terjadinya pendarahan, gumpalan darah beku terbentuk, yang menyumbat dan menyembuhkan luka pada saatnya. Ini mungkin sebuah kejadian yang sederhana dan lumrah bagi Anda, namun para ahli biokimia telah menyaksikan melalui penelitian mereka bahwa hal ini sebenarnya adalah hasil dari sistem yang amat rumit yang tengah bekerja. Hilangnya satu bagian saja dari sistem ini atau kerusakan apa pun padanya akan menjadikan keseluruhan proses tidak bekerja.
Darah harus membeku pada waktu dan tempat yang tepat, dan ketika keadaannya telah pulih seperti sedia kala, gumpalan beku itu harus lenyap. Sistem ini bekerja sempurna hingga seluk-beluk terkecilnya.
Jika terjadi pendarahan, pembekuan darah harus terbentuk segera untuk mencegah makhluk hidup mengalami kematian. Selain itu, darah beku tersebut harus menutupi keseluruhan luka, dan lebih penting lagi, harus hanya terbentuk tepat di atas, dan tetap berada di atas luka tersebut. Jika tidak, seluruh darah makhluk hidup akan membeku dan menyebabkan kematian, itulah mengapa bekuan darah itu harus terjadi pada waktu dan tempat yang tepat
Unsur terkecil dari sumsum tulang, yakni keping-keping darah atau trombosit, sangatlah menentukan. Sel-sel ini merupakan unsur terpenting di balik pembekuan darah. Protein yang disebut faktor Von Willebrand memastikan, agar dalam perondaannya yang terus-menerus atas aliran darah, keping-keping ini tidak membiarkan tempat luka terlewati. Keping-keping yang terjerat di tempat terjadinya luka mengeluarkan suatu zat yang mengumpulkan keping-keping lain yang tak terhingga banyaknya di tempat yang sama. Sel-sel tersebut akhirnya menopang luka terbuka itu. Keping-keping tersebut mati setelah menjalankan tugasnya menemukan luka. Pengorbanan diri ini hanyalah satu bagian dari sistem pembekuan dalam darah.
Trombin adalah protein lain yang membantu proses pembekuan darah. Zat ini hanya dihasilkan di tempat yang terluka. Jumlahnya tidak boleh melebihi atau pun kurang dari yang diperlukan, dan juga harus dimulai dan berakhir tepat pada waktu yang diperlukan. Lebih dari dua puluh jenis zat kimia tubuh yang disebut enzim berperan dalam pembentukan trombin. Enzim-enzim tersebut dapat merangsang perbanyakan trombin maupun menghentikannya. Proses ini terjadi melalui pengawasan yang begitu ketat sehingga trombin hanya terbentuk saat benar-benar ada luka sesungguhnya pada jaringan. Segera setelah enzim-enzim pembekuan darah tersebut mencapai jumlah yang memadai di dalam tubuh, fibrinogen yang terbuat dari protein-protein pun terbentuk. Dalam waktu singkat, sekumpulan serat membentuk jaring, yang terbentuk di tempat keluarnya darah. Sementara itu, keping-keping darah yang sedang meronda, terus-menerus terperangkap dan menumpuk di tempat yang sama. Apa yang disebut gumpalan darah beku adalah penyumbat luka yang terbentuk akibat penumpukan ini. Ketika luka telah sembuh sama sekali, gumpalan tersebut akan hilang.
Sistem yang memungkinkan pembentukan darah beku, yang menentukan tingkat kebekuannya, yang menguatkan serta melarutkan gumpalan darah beku tersebut, tidak diragukan lagi mempunyai kerumitan yang benar-benar tak tersederhanakan. Sistem ini bekerja dengan sempurna hingga seluk-beluk yang paling kecil. Apa yang akan terjadi jika ada sedikit masalah dalam sistem yang bekerja dengan sempurna ini? Misalnya, jika terjadi pembekuan dalam darah sekalipun tidak terdapat sebuah luka, atau jika gumpalan darah beku mudah terlepas dari luka? Hanya terdapat satu jawaban untuk pertanyaan ini: dalam keadaan tersebut maka aliran darah yang menuju organ penting dan terpeka, seperti jantung, otak, dan paru-paru, akan tersumbat dengan gumpalan, yang tak pelak lagi akan membawa kematian.
Kenyataan ini sekali lagi memperlihatkan kepada kita bahwa tubuh manusia dirancang dengan sempurna. Mustahil untuk menjelaskan sistem penggumpalan darah dengan berdasarkan dugaan kejadian kebetulan atau "perkembangan bertahap" sebagaimana yang dinyatakan teori evolusi. Sistem yang dirancang dan diperhitungkan dengan seksama seperti ini merupakan bukti tak terbantahkan tentang kesempurnaan dalam penciptaan. Allah, Yang menciptakan kita dan menempatkan kita di bumi ini, telah menciptakan tubuh kita dengan sistem ini, yang melindungi kita dari banyak luka yang kita dapati sepanjang hidup kita.
Pembekuan darah sangat penting tidak hanya untuk luka yang tampak, namun juga untuk robeknya pembuluh darah halus dalam tubuh kita yang terjadi sepanjang waktu. Meskipun tidak kita sadari, selalu terjadi pendarahan kecil dalam tubuh yang terus-menerus. Ketika lengan terbentur pintu atau duduk terlalu lama, ratusan pembuluh darah halus darah robek. Pendarahan tersebut segera dihentikan dengan adanya sistem pembekuan darah dan pembuluh darah halus dapat pulih sebagaimana keadaan normal. Jika benturan itu lebih parah, maka pendarahan dalam itu akan lebih parah pula, yang menyebabkan peradangan yang biasanya disebut "memar." Seseorang yang kurang sempurna sistem pembekuan darahnya harus menghindari benturan sekecil apa pun. Pada penderita hemofilia (darah susah menggumpal), karena sistem pembekuan darahnya tidak bekerja, menjalani hidupnya seperti itu. Penderita hemofilia yang parah tidak akan mampu bertahan hidup terlalu lama. Bahkan pendarahan dalam yang kecil, yang disebabkan oleh terpeleset atau jatuh yang sederhana saja, mungkin sudah cukup untuk mengakhiri hidupnya


sumber:  http://alvyanto.blogspot.com/2009/02/darah.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SISTEM RANGKA PADA MANUSIA


SISTEM RANGKA PADA MANUSIA
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.

Rangka tubuh manusia dikelompokkan atas dua bagian yaitu:
A. Skeleton aksial
Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubuh dan memberikan dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher dan badan.
Macam-macam skeleton aksial yaitu:
1. Tulang tengkorak bagian kepala terdiri dari:
  • bagian parietal --> tulang dahi
  • bagian temporal --> tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga
  • bagian occipitas --> daerah belakang daritengkorak
  • bagian spenoid --> berdekatan dengan tulang rongga mata, seperti tulang baji
  • bagian ethmoid --> tulang yang menyususn rongga hidung
Tulang Tengkorak Tulang-tulang tengkorak merupakan tulang yang menyusun kerangka kepala. Tulang tengkorak tersusun atas 8 buah tulang yang menyusun kepala dan empat belas tulang yang menyusun bagian wajah. tulang tengkorak bagian kepala merupakan bingkai pelindung dari otak. Sendi yang terdapat diantara tulang-tulang tengkorak merupakan sendi mati yang disebut sutura.
2, Tulang tengkorak bagian wajah terdiri dari:
  • rahang bawah --> menempel pada tulang tengkorak bagian temporal. hal tersebut merupakan satu-satunya hubungan antar tulang dengan gerakan yang lebih bebas
  • Rahang bawah --> menyusun sebagian dari hidung, dan langit-langit
  • palatinum (tulang langit-langit) --> menyusun sebagian dari rongga hidung dan bagian atas dari atap rongga mulut
  • zigomatik --> tulang pipi
  • tulang hidung
  • Tulang lakrimal --> sekat tulang hidung.
3. Tulang dada
Tulang dada termasuk tulang pipih, terletak di bagian tengah dada. pada sisi kiri dan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar dari kerusakan
Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu:
  • tulang hulu / manubrium. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua
  • Tulang badan / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.
  • Tulang taju pedang / xiphoid process, terletak di bagian bawah dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan.
4. Tulang rusuk
Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-sama dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu:
  • Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan
  • Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini memiliki ukuran lebih pendek dibandingkan tulang rusuk sejati. Pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu titik di tulang dada
  • Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada ujung belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya bebas.
Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya:
a). melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan.
b). melindungi lambung, limpa dan ginjal, dan
c). membantu pernapasan.
5. Ruas-ruas tulang belakang
Ruas-ruas tulang belakang disebut juga tulang belakang disusun oleh 33 buah tulang dengan bentuk tidak beraturan. ke 33 buah tulang tersebut terbagai atas 5 bagian yaitu:
  • tujuh ruas pertama disebut tulang leher. ruas pertama dari tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua berupa tulang pemutar atau poros. bentuk dari tulang atlas memungkinkan kepala untuk melakukan gerakan.
  • Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung. Ruas-ruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya merupakan tempat melekatnya tulang rusuk.
  • Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang. Ukuran tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung. Ruas-ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh dan banyak melekat otot-otot.
  • Lima ruas tulang kelangkangan (sacrum), yang menyatu, berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang.
  • bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang ekor (coccyx), tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang belakang yang menyatu.
Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa organ.

B. Skeleton apendikular
Tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari skeleton axial. Skeleton axial terdiri dari :
  • Anggota gerak atas
  • anggota gerak bawah
  • gelang bahu
  • gelang panggung
  • bagian akhir dari ruas-ruas tulang belakang seperti sakrum dan tulang coccyx
  1. Tulang anggota gerak atas (extremitas superior)
Tulang penyusun anggota gerak atas tersusun atas:
  1. Humerus / tulang lengan atas. Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna
  2. Radius dan ulna / pengumpil dan hasta. Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna.
  3. karpal / pergelangan tangan. tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh ligamen
  4. metakarpal / telapak tangan. Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (palanges)
  5. Palanges (tulang jari-jari). tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang.
  1. Tulang anggota gerak bawah (ekstremitas inferior)
Tulang anggota gerak bawah disusun oleh tulang:
  1. Femur / tulang paha. Termasuk kelompok tulang panjang, terletak mulai dari gelang panggul sampai ke lutut.
  2. Tibia dan fibula / tulang kering dan tulang betis. Bagian pangkal berhubungan dengan lutut bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki. Ukuran tulang kering lebih besar dinandingkan tulang betis karena berfungsi untuk menahan beban atau berat tubuh. Tulang betis merupakan tempat melekatnya beberapa otot
  3. Patela / tempurung lutut. terletak antara femur dengan tibia, bentuk segitiga. patela berfungsi melindungi sendi lutut, dan memberikan kekuatan pada tendon yang membentuk lutut
  4. Tarsal / Tulang pergelangan kaki. Termasuk tulang pendek, dan tersusun atas 8 tulang dengan salah satunya adalah tulang tumit.
  5. Metatarsal / Tulang telapak kaki. Tersusun atas 5 buah tulang yang tersesun mendatar.
  6. Palanges / tulang jari-jari tangan. Setiap jari tersusun atas 3 tulang kecuali tulang ibu jari atas 14 tulang.
  1. Tulang gelang bahu (klavikula dan scapula / belikat dan selangka)
Tulang selangka berbentuk seperti huruf "S", berhubungan dengan tulang lengan atas (humerus) untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat.
Tulang belikat (skapula) berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk. Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi.
  1. Gelang panggul
Tulang gelang panggul terdiri atas dua buah tulang pinggung. Pada anak anak tulang pinggul ini terpisah terdiri atas tiga buah tulang yaitu illium (bagian atas), tulang ischiun (bagian bawah) dan tulang pubis (bagian tengah). Dibagian belakang dari gelang panggul terdapat tulang sakrum yang merupakan bagian dari ruas-ruas tulang belakang. Pada bagian depan terdapat simfisis pubis merupakan jaringan ikat yang menghubungkan kedua tulang pubis. Fungsi gelang panggung terutama untuk mendukung berat badan bersama-sama dengan ruas tulang belakang. melindungi dan mendukung organ-organ bawah, seperti kandung kemih, organ reproduksi, dan sebagai tempat tumbuh kembangnya janin.
Secara umum fungsi sistem rangka adalah membentuk kerangka yang kaku dengan jaringan-jaringan dan organ-organ yang melekat padanya. Sistem rangka melindungi organ-organ vital seperti otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak, paru-paru dan jantung dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk. Gerakan tubuh terbentuk dari kerjasama antara sistem rangka dengan otot, oleh sebab itu keduanya sering dikelompokkan menjadi satu nama yaitu sistem musculo-skeletal. rangka merupakan tempat melekatnya otot melalui perantaraan tendon. Antara tulang yang satu dengan tulang yang lain dikaitkan dengan perantaraan ligamen.
sumber:  http://alvyanto.blogspot.com/2010/01/sistem-rangka-manusia.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS